Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah - Jual beli rumah tentunya memberikan nilai kesan tersendiri terhadap pelaku jual beli,dalam jual beli rumah haruslah ada surat perjanjian yang menerangkan mengenai keterangan lebih lanjut mengenai detail serta informasi rumah yang akan dijual nantinya, tujuan dari dibuatnya surat perjanjian ini adalah agar dikemudian hari setelah rumah berganti pemilik tidak tejadi konflik ataupun masalah antara sang pemilik dengan pihak lainnya, maka dari itu dibuatlah surat perjanjian jual beli rumah untuk menekankan kepemilikan rumah tersebut.

Untuk membuat surat perjanjian jual beli rumah ini membutuhkan beberapa syarat untuk memenuhi ketentuan dalam pebuatan surat ini, yaitu adanya pemilik serta pembeli rumah tersebut, baik itu nama,alamat,nomor telepon dan yang lain lain haruslah jelas dan tidak ada pemalsuan sedikitpun. Di dalam surat perjanjian ini berisikan mengenai pernyataan bahwa berganti namanya pemilik dari rumah tersebut, pasal pasal ketentuan dalam pemindahan kuasa rumah, dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak baik itu pembeli dan pemilik tanah di atas materai 6000.

Pada postingan kali ini saya akan memberikan anda contoh serta penataan mengenai Surat Perjanjian Jual Beli Tanah, maka dari itu bagi anda yang belum mengerti mengenai Surat Perjanjian Rumah ini, silahkan simak dengan sekesama ulasan kali ini.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah



Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah


Pada hari ini, Minggu, tanggal 18 (delapan belas) bulan Maret tahun 2015 (dua ribu lima belas), kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Tina Agustina, SAg.  Guru Bahasa Inggris, bertempat tinggal di Jl. BandawasaNo. 022, RT/RW. 001/001 Pemalang – Jawa Tengah. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya akan disebut juga sebagai Pihak Pertama (Penjual).
Kania Arifa,  Karyawan Swasta, bertempat tinggal di Jl. Sudirman No.11, RT/RW. 005/006 Sragen – Jawa Tengah. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya akan disebut sebagai Pihak Kedua (Pembeli).
Kedua belah pihak yang bersangkutan diatas dengan ini menyatakan bahwa Pihak Pertama (Penjual) menjual kepada Pihak Kedua (Pembeli) berupa bangunan rumah dan tanah seluas 500 m2 (lima ratusmeter persegi) yang berdiri diatas Sertifikat Hak Milik No _______________ . Terletak di Jl. Raya Moga Pulosari km2 No. 051, RT/RW. 001/001 Surabaya – Jawa Timur. Dan kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian ini dengan syarat-syarat sebagai berikut :

Pasal 1


Perjanjian jual beli ini akan berlaku 3 (tiga) hari setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan akan berakhir setelah rumah berpindah status kepemilikannya kepada pembeli yang baru.
Segala kondisi yang ada pada rumah saat ini akan menjadi tanggung jawab dari Pihak Kedua (Pembeli). Dan Pihak Kedua (Pembeli) berhak untuk melakukan renovasi terhadap rumah tersebut.

Pasal 2


Bangunan rumah dan tanah  seluas 250 m2 (dua ratus lima puluh meter persegi) tersebut dijual seharga Rp 550.000.000,- (lima ratus lima puluh juta rupiah).
Pihak Kedua (Pembeli) membayar dengan uang muka sebesar Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) pada Pihak Pertama (Penjual) secara tunai pada saat ditandatanganinya perjanjian ini.
Kekurangannya senilai Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) akan dibayar oleh Pihak Kedua (Pembeli) dengan cara mengangsur selama 10 (sepuluh) kali selama 10 (sepuluh) bulan. Dan tiap bulan Pihak Kedua (Pembeli) wajib membayar angsuran senilai Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) pada Pihak Pertama (Penjual).
Dan pembayaran dianggap lunas bila pembayaran sudah mencapai nilai jual yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
 Pasal 3

Segala ketentuan yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam addendum/amandemen yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini dan akan diputuskan secara bersama
Apabila suatu saat nanti terjadi sengketa terhadap isi dan pelaksanaan atas perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah
Dan apabila penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil, maka kedua belah pihak sepakat untuk memilih menyerahkan pada pihak yang berwajib.
Demikian perjanjian ini disetujui dan dibuat serta ditanda tangani oleh kedua belah pihak dengan dihadiri saksi-saksi yang dikenal oleh kedua belah pihak, serta dibuat dalam rangkap dua bermateri cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Pihak Pertama                                               Pihak Kedua

(Penjual)                                                         (Pembeli)



Saksi
1. Saksi Pihak Pertama                                              2. Saksi Pihak Kedua


Demikianlah ulasan yang dapat saya sampaikan mengenai Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah,jika ingin mengutip contoh diatas silahkan, karena memang dibuat untuk dijadikan contoh bagi anda yang belum tau cara membuat surat perjanjian ini. Terima kasih banyak sudah ingin menyimak, sampai jumpa di postingan selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar